
Akhirnya… saya hamil juga… (itu kalimat tambahan dari judul tulisan ini..hehe..)
Tulisan ini saya buat setelah kehamilan saya berumur 18 minggu 7 hari yang artinya bahwa kehamilan ini sudah masuk trisemester kedua yang katanya orang-orang sih sudah aman dan prosentase kegagalan kehamilan sudah menurun ke angka yg lebih kecil. Thats make me happy, tentu saja..
Sebetulnya saya berkeinginan membuat tulisan khusus tentang kehamilan sejak dulu ketika kami sedang proses melakukan program kehamilan (kurang lebih 2 tahun yang lalu). Awalnya sih blog saya rencananya akan berisi tentang suka duka program kehamilan dan kondisi2 psikologis yg dialami oleh perempuan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan khususnya diakibatkan oleh penyakit-penyakit infertilitas suami. Apalagi mindset orang Indonesia adalah, apabila pasangan belum memiliki keturunan setelah pernikahan 1 tahun maka pihak wanitalah yg patut disalahkan. Padahal bukan seperti itu kenyataannya. Karena kebiasaan orang yang menilai seperti itu sehingga kondisi tersebut sedikit banyak juga mempengaruhi kondisi psikologis saya. Cerita lebih lanjut akan saya tulis nanti…
Karena saya tidak sempat menulis tentang rencana tulisan awal saya itu dan sekarang saya sudah hamil maka sayapun merubah konsep tulisan saya menjadi cerita cerita tentang kehamilan dan bagaimana saya dapat berhasil hamil… tapi, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri dulu yaa..
Saya adalah wanita berusia 30 tahun. Saya bekerja di bidang pendidikan tetapi juga masuk dalam tim konsultan pembangunan dengan jam kerja yang terkadang santai tetapi terkadang membabi buta. Saya dan suami saya sudah menikah selama 3 tahun 9 bulan. Suami saya memiliki profesi yg sama dengan saya di instansi dan bidang yang berbeda. Kami merencanakan kehamilan sejak 7 bulan usia pernikahan kami dan baru memperoleh hasil setelah 3 tahun 5 bulan pernikahan dengan telah melalui berbagai metode program baik medis maupun non medis.
Dan akhirnya 2 April 2017, kami mendapati berita bahagia di pagi hari dengan melihat hasil 2 garis dari 3 strip testpack yang iseng kami coba… padahal kami sudah membuat appointment untuk program inseminasi ataupun bayi tabung di klinik Ferina pada tanggal 6 April 2017 setelah sebelumnya telah berkonsultasi dengan spesialis Andrologi.
Kami memperoleh kehamilan dengan cara alami padahal sebelumnya secara 3x berturut-turut hasil pemeriksaan sperma suami saya menyatakan OAT (OligoAsthenoTeratozoospermia) dengan kadar berat… tetapi saya dapat hamil setelah 1.5 tahun terapi dengan cara alami…
Saya akan ceritakan pada tulisan berikutnya yaah….