Tes HSG berakhir dengan hasil yang memuaskan. Memuaskan disini maksudnya adalah, tidak ada kelainan apa apa di rahim dan saluran indung telur saya dimana pada transkrip hasil HSG tertulis PATEN dan tidak ada kelainan bentuk rahim. Sayapun lega dengan hasil-hasil pemeriksaan saya dimana rahim tidak ada kista, bentuk tidak bermasalah dan indung telur tidak ada penyumbatan. Jadi, saya baik-baik saja. Horeeee… hehe
Sejak dinyatakan bahwa rahim saya tidak masalah, sayapun mulai browsing untuk mencari cara supaya dapat segera hamil. Dari hasil yang saya baca, pola hidup sehat dengan beberapa ramuan ramuan alami adalah cara yang membuat saya tertarik untuk mencoba. Okkkk.. saya pun mencoba beberapa alternatif “pengobatan” alami yang menurut testimoni-testimoni yang saya baca, hasilnya mujarab.
(Ketika itu bulan September (11 bulan usia pernikahan kami) dan ketika itu saya masih berpikiran bahwa tidak hamilnya seorang wanita pasca menikah disebabkan oleh permasalahan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita)
Saya berusaha untuk mengobati diri saya sendiri supaya dapat segera hamil. Cara pertama yang saya coba adalah ramuan jeruk nipis yang konon kabarnya sukses diaplikasikan oleh Dewi Yull artis lawas Indonesia. Caranya adalah dengan meminum air perasan jeruk nipis selama 14 hari berturut turut dengan jumlah yang telah ditentukan yaitu.
Hari pertama = 1 jeruk
Hari kedua = 2 jeruk
Hari ketiga = 4 jeruk
Hari keempat = 8 jeruk..
Dan kelipatannya dihari berikutnya hingga jumlah 32 buah jeruk nipis. Setelah mencapai jumlah jeruk maksimal itu, turunkan jumlah jeruk nipis dihari berikutnya dengan mengulang kelipatan jumlah yang sama.
Cara itu saya lakukan sampai mblenek…sampai lelah jari ini memeras dan sampai mules perut ini kebanyakan makan air jeruk asem itu. Apapun lah, demi hamil…. Cara ini katanya sih dapat membersihkan rahim dan kandungan vitamin Cnya dapat menyehatkam tubuh dan memperbaiki sistem kerja reproduksi. Entah korelasinya bagaimana ya, vitamin C berlebih dapat menghamili wanita.. hehe.. yaah pokoknya saya coba saja… tetapi sayangnya, 1 bulan saya coba tetapi hasilnya adalah tidak ada. Sayapun belum juga hamil hingga periode menstruasi berikutnya.
Saya tidak putus asa dengan usaha permulaan tanpa hasil ini. Masih banyak cara-cara berikutnya yang perlu saya coba pada bulan-bulan berikutnya. Selanjutnya saya coba minum jus 3 Diva (campuran Apel, wortel dan tomat) yang diminum 2 kali sehari yaitu pagi ketika bangun tidur dan sore hari. saya sangat bersemangat untuk program kali ini. Saya beli juicer baru khusus untuk program ini, saya rajin beli buah buahan 3 diva itu dan rutin membuat jus setiap pagi maupun sore. Saya bersemangat selain karena rasanya enak juga karena masuk akal dan sesuai dengan konsep menjaga metabolisme tubuh dengan minuman yang sehat. Program ini saya jalani selama kurang lebih 2 bulan. Hasilnya adalah, berat badan saya dan suami meningkat (karena setiap pagi dan sore kami minum jus sekaligus makan besar) tetapi saya tidak kunjung hamil. Karena tidak membuahkan hasil yaitu kehamilan saya maka sayapun mencoba untuk mencari pengobatan lainnya.
Berikutnya saya coba mengobatan dengan beepollen yaitu madu dalam bentuk kapsul. Pengobatan ini saya padukan dengan tetap meminum jus 3 diva walau tidak serutin sebelumnya. Saya pertama kali kenal dengan model pengobatan ini ketika saya jalan keliling asia tenggara bersama teman saya. Ketika itu saya sempat mengunjungi penangkaran lebah di bangkok dimana disana menghasilkan madu-madu murni beraneka ragam dengan kasiat juga bermacam-macam yaitu salah satunya juga dapat digunakan untuk program kehamilan. Banyak yang berhasil dengan terapi kehamilan menggunakan madu. Selain itu, pengobatan ini juga pernah berhasil dilakukan oleh kepala bagian ditempat kerja saya yang berhasil hamil setelah menikah 3 tahun 6 bulan dengan meminum obat madu ini. Obat madu itu diminum berdua. Saya dan suamipun ikutan meminum obat itu selama 2 bulan dengan hasil yang sayapun tak kunjung hamil.
Kurang lebih 4 bulan saya berusaha untuk meminum jenis jenis obat obatan sehat hasil browsing di internet dengan hasil yang gagal. Ketika itu saya hampir putus asa, ditambah lagi dengan sikap suami saya yang cuek dan ogah ogahan minum jus ataupun obat obatan madu yang saya siapkan. Padahal dia tinggal minum saja, tetapi ogah ogahan. Akhirnya sayapun hampir putus asa.
Saya teringat dengan rekomendasi dokter SPOG saya untuk memeriksakan reproduksi suami saya ke SPAndrologi. Dan sayapun memaksa suami saya untuk test sperma atas anjuran SPOG saya. Awalnya suami saya ogah ogahan tetapi pada akhirnya dia mau. Kamipun menuju laboratorium infertilitas yang dirujuk dokter kandungan saya.
Bagaimana hasilnya? Drama barupun dimulai dalam kehidupan kami….