Tes Sperma… (#7)

Sore itu kami duduk menunggu di ruang tunggu sebuah rumah sakit besar. Kami menunggu panggilan dari laboratorium infertilitas. Saya lihat banyak pasutri yang lalu lalang di ruangan itu. Beberapa diantara mereka mungkin juga melakukan test yang sama dengan test yang akan kami jalani yaitu test sperma tapi beberapa lagi mungkin juga melakukan test lainnya untuk prosedur entah inseminasi, bayi tabung atau hanya sekedar cek kesehatan reproduksi. Entahlah… Saya tidak tahu pasti test sperma itu bagaimana.. hasilnya nanti akan seperti apa saya juga belum ada gambaran sama sekali. Yang pasti, kami hanya mengikuti rekomendasi dokter SPOG untuk melakukan test ke laboratorium infertilitas di rumah sakit ini.
Saya mendaftarkan test ini beberapa hari yang lalu melalui telepon. Ada  syarat yang harus kami lakukan sebelum test ini. Syaratnya sih tidak sulit, yaitu tidak boleh berhubungan suami istri selama 4 hari atau tidak boleh mengeluarkan sperma dengan cara apapun selama kurang lebih 4 hari. Setelah syarat itu dilakukan barulah kami boleh melakukan test ini.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya nama suami saya dipanggil. Suami diberi 1 wadah kecil untuk menampung spermanya disuatu ruangan khusus. Karena saya tidak tau bagaimana dan juga tidak tau seperti apa testnya sehingga saya hanya menunggu saja diruang tunggu luar. Beberapa saat kemudian (lumayan agak lama sih) suami saya keluar dengan cengengesan.hehe.. saya baru tau setelah diceritakan oleh suami kalau dia harus mengeluarkan sperma dan menampungnya di wadah yang disediakan. Mengeluarkan sperma disuatu ruangan khusus seorang diri tanpa ada wanita ataupun rangsangan rangsangan lain.hehehe.. jadi, kalau test sperma bawalah istri kedalam ruangan itu atau mungkin bisa juga pihak laboratorium menyediakan monitor khusus untuk nonton film porno diruangan itu.. haahaaa…
Ok.. setelah membayar 300ribu dan diberi bukti pengambilan hasil dikeesokan harinya, kamipun pulang dengan santainya tanpa ada perasaan waswas atau apapun.

Leave a comment