Test HSG dan prosedurnya (#4)

Sehari setelah mendapatkan rekomendasi oleh dokter, saya mulai melakukan persiapan untuk melakukan test HSG. Saya sendiri awalnya kurang paham apa sih tes HSG itu tetapi yang pasti, test ini adalah test yang ditujukan untuk perempuan yang belum juga hamil. Dalam bayangan saya, test HSG adalah test yang dapat dengan mudah dan langsung dilakukan seperti test pengambilan sampel darah dan sebagainya. Tetapi ternyata, setelah saya menghubungi Laboratorium tempat dimana dokter merekomendasikan untuk melakukan test HSG, saya baru tau bahwa test ini memiliki beberapa syarat atau prosedur sebelum melakukan test sehingga tidak bisa langsung membuat janji untuk test keesokan harinya. 
Prosedurnya adalah:
1. Anda harusnya wanita (hehe..tentu sajalah)…bercanda kok..hehe 
2. Test dilakukan kurang lebih 2-3 hari setelah menstruasi selesai.
3. Dilarang berhubungan suami istri sebelum melakukan pengetesan.
 
setelah memenuhi 2 syarat utama itu, sayapun membuat janji untuk melakukan tes HSG di salah satu laboratorium besar di kota tempat tinggal saya. Sebelum saya bercerita lebih lanjut mengenai bagaimana test yang saya jalani, saya akan menjelaskan tentang HSG (hasil comot sana-comot sini di google dengan link saya sertakan supaya saya tidak dibilang plagiat.. hehe)
 
Apa itu histerosalpingografi? Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii).

Apa tujuannya? Untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.

Kapan dilakukan? Sesudah haid tapi sebelum ovulasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid, untuk memastikan Anda tidak hamil ketika pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan HSG tidak boleh dilakukan ketika menstruasi, karena  pembuluh darah sedang dalam keadaan terbuka sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. HSG juga sebaiknya tidak dilakukan bila Anda mengalami infeksi di saluran reproduksi atau di daerah panggul (pelvis) yang kronis, penyakit menular seksual, serta bila Anda baru menjalani operasi rahim atau saluran telur.

Bagaimana cara pemeriksaannya? Pemeriksaan ini dilakukan di bagian radiologi seperti saat Anda melakukan foto Rontgen. Setelah mengganti baju dengan baju pemeriksaan dan melepaskan perhiasaan, Anda diminta berbaring dengan kedua paha terbuka (posisi litotomi), seperti pemeriksaan pap smear. Dokter radiologi akan memasukkan spekulum ke vagina sehingga mulut rahim terlihat, lalu kateter dimasukkan ke rongga rahim melalui mulut rahim. Cairan kontras disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter dan spekulum dikeluarkan. Beberapa foto rontgen akan diambil ketika cairan memenuhi rahim, masuk ke dalam saluran telur hingga –bila tidak ada sumbatan– tumpah ke dalam rongga perut. Biasanya, prosedur ini berlangsung selama 30 menit. Setelah selesai, kateter dilepas dan Anda diminta tetap berbaring selama beberapa menit, lalu dipersilakan bangun dan mengganti pakaian. Anda bisa makan dan minum seperti biasa sebelum dan sesudah pemeriksaan, serta diminta buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.

Sakitkah? Anda akan merasa tidak nyaman ketika kateter dipasang dan cairan kontras disuntikkan, bahkan merasakan kram perut seperti ketika menstruasi bila ada sumbatan di saluran telur. Anda juga bisa merasakan sakit kepala ringan dan sakit di perut bagian bawah karena iritasi di selaput perut (peritoneum). Namun, rasa sakit tersebut tidak akan berlangsung lama. Lagipula, Anda akan diberi obat penahan sakit (anti-nyeri) saat pemeriksaan dilakukan. Mungkin Anda juga diberi antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi akibat pemeriksaan ini.

Kapan hasil pemeriksaan bisa diperoleh? Hasilnya bisa diperoleh hari itu juga. Dokter radiologi akan memberikan analisis dari pemeriksaan tersebut, lalu dokter kandungan yang menangani Anda akan menjelaskan langkah terapi apa yang perlu Anda lakukan bila ternyata ditemukan masalah yang mengganggu kesuburan Anda.

Apakah ada efek sampingnya? Pemeriksaan ini cukup aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Memang ada risiko alergi, tapi kecil karena sebelum pemeriksaan, Anda akan menjalani skin test terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda ada alergi cairan kontras yang digunakan atau tidak. Bila Anda tidak alergi cairan kontras tersebut, justru dapat menghambat pertumbuhan kuman dan meningkatkan imunitas terhadap kuman karena mengandung zat yang bersifat antiseptik. Sinar X yang digunakan juga dalam dosis yang dikontrol untuk meminimalkan paparan radiasi yang Anda terima. Anda tidak perlu khawatir bila muncul flek selama beberapa hari setelah pemeriksaan HSG. Hal itu normal terjadi.

Benarkah pasien bisa hamil setelah pemeriksaan?  Beberapa penelitian membuktikan, pemeriksaan HSG bisa meningkatkan fertilitas pada wanita yang pernah menjalaninya, terutama pada wanita yang mengalami masalah pada saluran telurnya. Alasannya, cairan kontras yang disemprotkan ke rahim terkadang bisa membuka saluran telur yang tersumbat sehingga membantu wanita yang bersangkutan bisa hamil. Selain ‘membersihkan’ sumbatan, pemeriksaan ini juga bisa meluruskan saluran telur, menstimulasi sel silia di saluran telur atau meningkatkan cairan mukosa di leher rahim (serviks) yang kesemuanya mendukung terjadinya kehamilan.

Apakah HSG sama dengan ‘tiup rahim’? HSG berbeda dengan pertubasi atau hidrotubasi atau yang dikenal dengan ‘tiup rahim’. Pemeriksaan pertubasi menggunakan gas CO2 yang ditiupkan ke rahim sedangkan hidrotubasi memakai cairan yang mengandung antibiotik. Penilaian pertubasi umumnya secara subjektif atau dapat juga dibuat rekaman kymograf terhadap tekanan uterus. Walau semua pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada sumbatan di saluran telur, namun pemeriksaan HSG memberikan hasil yang lebih akurat dan lengkap. Lewat hasil foto sinar X bisa diketahui secara pasti saluran mana yang tersumbat dan di mana letak sumbatannya. Sementara pada pertubasi atau hidrotubasi, letak sumbatan tidak bisa diketahui secara pasti –demikian pula saluran yang mana– karena hanya bisa diketahui ada sumbatan dari perubahan tekanan gas saat dimasukkan.

 
 
Hari dimana saya harus melakukan test HSGpun tiba, hari itu hari Jumat. Saya sudah meng-off kan segala urusan-urusan di kantor dan menunda beberapa janji-janji pertemuan dengan beberapa orang. Diantar oleh suami, saya menuju laboratorium yang dituju. Biaya yang saya habiskan untuk test HSG adalah 700-800 ribu (kisaran harga di tahun 2014). Test ini bukan merupakan operasi karena tidak ada penyayatan maupun pembedahan, tetapi test ini agak mengerikan karena harus memasukkan suatu alat ke dalam rahim melalui lubang vagina. Jalannya pengetesan adalah saya poinkan berikut ini:
1. Saya dipersilahkan masuk ke ruang tindakan HSG (tidak boleh ditemani suami ataupun siapapun). Ruangannya dingin sekali. Terdapat bed yang digunakan sebagai meja tindakan. Bednya tidak berupa kasur-kasur empuk tetapi seperti meja operasi yang flat, keras dan dingin. Di atas meja tindakan tersebut terdapat suatu alat yang menggantung yang difungsikan untuk meletakkan kaki ketika tindakan HSG.
2. Saya diberikan baju khusus tindakan dimana saya hanya boleh mengenakan baju itu saja tanpa pakaian lainnya. Kalung, gelang dan bahan-bahan dari logam (yang mungkin dapat mengganggu jalannya tindakan) harus dilepas.
Pelaksanaan pengetesannya adalah (agak ngeri sih saya..heheh).. 
1. Posisi saya berbaring di meja tindakan dengan kedua kaki bergelantongan di atas suatu alat. 
2. Dokter (perempuan kok) yang sudah berkostum aneh (saya pikir aneh karena entah kenapa kok harus berpakaian tumpuk-tumpuk seperti pelampung dan agak-agak seperti astronot..hahaha), berada tepat didepan kaki saya (lebih tepatnya menghadap vagina saya untuk dilakukan tindakan (agak ngeri yaa.. hiiii..)). Dari sini kalian tau khan apa yang harus dipersiapkan supaya tampil baik dihadapan dokter..hahaha… 
3. Dengan dibantu suster, dokter memasukkan suatu alat dengan ujung agak besar (yang berisi kamera mini) dan dibelakangnya terdapat tangkai lumayan panjang yang berfungsi sebagai selang cairan. Tetapi sebelumnya, dokter membersihkan vagina saya dan sekitarnya dengan suatu cairan steril. Prosedur ini yang akan ngeri karena dokter harus memasukkan sesuatu sebesar dan sepanjang itu ke rahim saya melalui vagina. Entah knp, saat prosedur ini di jalankan, saya sama sekali tidak merasa rileks sehingga dokter dan suster harus agak sedikit bersusah payah untuk memasukannya. Tapi, secara psikologis dengan kondisi dan suasana seperti itu tentu saja saya tidak akan bisa rileks.. hehe
4. Setelah dokter berhasil memasukkan alatnya ke dalam rahim saya maka mulailah tahap penyemprotan suatu cairan dan jalannya cairan ke dalam rahim saya akan terlihat jelas di layar di sisi kiri saya. Cairan disemprotkan dengan memberi sedikit tekanan ke rahim saya. Ketika tekanan diberikan, yang saya rasakan adalah kemeng dan agak sakit di perut saya (seperti dilep/sakit perut menjelang menstruasi). Pemberian tekanan dilakukan dengan 3 posisi yaitu ketika saya tidur terlentang, miring ke kiri dan miring ke kanan. Ketika prosedur ini dijalankan kedua kaki saya sudah tidak pada posisi bergelantongan lagi. Setelah proses penyemprotan selesai maka selesailah test HSG yang saya jalani dan tinggal menunggu hasil. Setelah alat-alat dilepas dan saya berbaring sebentar lalu diminta untuk buang air kecil dan memakai pembalut sayapun keluar untuk menunggu hasil dan penjelasan dokter.
 
Hasil test yang saya jalani adalah:
a. Posisi dan bentuk rahim baik (tidak berpaling atau terbalik)
b. Tidak terjadi penyumbatan pada rahim saya.
 
Test ini sukses membuat saya mengalami trauma benda tumpul selama seminggu.. hahaha.. Sayapun merasa trauma dan ngeri juga ketika suami mengajak saya berhubungan suami istri..hahaha.. Tetapi saat itu, kami berharap setelah test HSG saya sapat hamil. 

Leave a comment