Definisi
Oligospermia : keadaan di mana jumlah sperma rendah, sehingga air mani terlihat encer, dan mengakibatkan ejakulasi dini. Oligospermia ini dapat mengurangi kemungkinanan untuk hamil.
Asthenozoospermia: kelainan pada sel spermatozoa dimana sel spermatozoa yang mampu bergerak hanya kurang dari 40% dari jumlah seluruhnya. Sehingga hal ini menyebabkan pria kesulitan untuk menghamili istrinya akibat kualitas sel sperma yang kurang baik.
Teratozoospermia: kondisi yang ditandai oleh adanya sperma dengan morfologi normal <30% hal ini dapat mempengaruhi kesuburan pada laki-laki. Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.
OligoAsthenoTeratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup Oligozoospermia (jumlah sperma sedikit/kurang), Asthenozoospermia (sperma lemah/tidak gesit), dan Teratozoospermia (bentuk sperma abnormal).
Mengapa saya menulis tentang penyakit ini? Ya, tes sperma suami saya menunjukan hasil yaitu OAT berat yang artinya bahwa jumlah spesma jauh dibawah jumlah sperma normal, sperma yang mampu hidup dan bergerak hanya 0%, sperma yang bentuknya baik juga 0%. Sehingga digolongkan sebagai OAT berat.
Penyebabnya beragam, tetapi setelah saya mengetahui definisi dari penyakit ini saya mengalami physiologic drop dan stress.