Oligoasthenoteratozoospermia (OAT) #8

Definisi

Oligospermia : keadaan di mana jumlah sperma rendah, sehingga air mani terlihat encer, dan mengakibatkan ejakulasi dini. Oligospermia ini dapat mengurangi kemungkinanan untuk hamil.

Asthenozoospermiakelainan pada sel spermatozoa dimana sel spermatozoa yang mampu bergerak hanya kurang dari 40% dari jumlah seluruhnya. Sehingga hal ini menyebabkan pria kesulitan untuk menghamili istrinya akibat kualitas sel sperma yang kurang baik.

Teratozoospermiakondisi yang ditandai oleh adanya sperma dengan morfologi normal <30% hal ini dapat mempengaruhi kesuburan pada laki-laki. Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.

OligoAsthenoTeratozoospermia atau OAT adalah kondisi yang mencakup Oligozoospermia (jumlah sperma sedikit/kurang), Asthenozoospermia (sperma lemah/tidak gesit), dan Teratozoospermia (bentuk sperma abnormal).

Mengapa saya menulis tentang penyakit ini? Ya, tes sperma suami saya menunjukan hasil yaitu OAT berat yang artinya bahwa jumlah spesma jauh dibawah jumlah sperma normal, sperma yang mampu hidup dan bergerak hanya 0%, sperma yang bentuknya baik juga 0%. Sehingga digolongkan sebagai OAT berat.

Penyebabnya beragam, tetapi setelah saya mengetahui definisi dari penyakit ini saya mengalami physiologic drop dan stress.

Tes Sperma… (#7)

Sore itu kami duduk menunggu di ruang tunggu sebuah rumah sakit besar. Kami menunggu panggilan dari laboratorium infertilitas. Saya lihat banyak pasutri yang lalu lalang di ruangan itu. Beberapa diantara mereka mungkin juga melakukan test yang sama dengan test yang akan kami jalani yaitu test sperma tapi beberapa lagi mungkin juga melakukan test lainnya untuk prosedur entah inseminasi, bayi tabung atau hanya sekedar cek kesehatan reproduksi. Entahlah… Saya tidak tahu pasti test sperma itu bagaimana.. hasilnya nanti akan seperti apa saya juga belum ada gambaran sama sekali. Yang pasti, kami hanya mengikuti rekomendasi dokter SPOG untuk melakukan test ke laboratorium infertilitas di rumah sakit ini.
Saya mendaftarkan test ini beberapa hari yang lalu melalui telepon. Ada  syarat yang harus kami lakukan sebelum test ini. Syaratnya sih tidak sulit, yaitu tidak boleh berhubungan suami istri selama 4 hari atau tidak boleh mengeluarkan sperma dengan cara apapun selama kurang lebih 4 hari. Setelah syarat itu dilakukan barulah kami boleh melakukan test ini.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya nama suami saya dipanggil. Suami diberi 1 wadah kecil untuk menampung spermanya disuatu ruangan khusus. Karena saya tidak tau bagaimana dan juga tidak tau seperti apa testnya sehingga saya hanya menunggu saja diruang tunggu luar. Beberapa saat kemudian (lumayan agak lama sih) suami saya keluar dengan cengengesan.hehe.. saya baru tau setelah diceritakan oleh suami kalau dia harus mengeluarkan sperma dan menampungnya di wadah yang disediakan. Mengeluarkan sperma disuatu ruangan khusus seorang diri tanpa ada wanita ataupun rangsangan rangsangan lain.hehehe.. jadi, kalau test sperma bawalah istri kedalam ruangan itu atau mungkin bisa juga pihak laboratorium menyediakan monitor khusus untuk nonton film porno diruangan itu.. haahaaa…
Ok.. setelah membayar 300ribu dan diberi bukti pengambilan hasil dikeesokan harinya, kamipun pulang dengan santainya tanpa ada perasaan waswas atau apapun.

Tentang kami (#6)

Saya teringat kurang lebih 10 tahun lalu ketika kami belum saling mengenal, belum saling menyapa, belum saling mengisi apalagi saling memahami.
Saya, adalah seorang mahasiswa tahun tahun pertama sedangkan kamu adalah mahasiswa di jurusan yang berbeda 1 tahun di atas saya.  Saya, terlalu opsesif dengan banyak hal, terlalu banyak berteman, terlalu aktif berbicara dan selalu dikelilingi oleh banyak kawan. Kamu, manusia pendiam yang tidak banyak bergaul, bicara seperlunya, tidak suka banyak berinteraksi dan sangat tertutup. Kamu terlalu sederhana.
Kami berjumpa dalam sebuah komunitas daerah dalam banyak kegiatan. Kami tidak terlalu akrab bahkan cenderung tidak saling menyapa apalagi saling mengenal. Kami dipertemukan secara baik-baik dalam sebuah komunitas lokal yang mengharuskan kami untuk melakukan kegiatan lapangan bersama. Hingga akhirnya kamipun saling mengenal, saling akrab dan mungkin mulai saling tertarik.
Dimataku, kala itu, kamu tidak menarik.. kamu sedikit bicara yang membuatku menilai bahwa kamu tidak cerdas. Kamu bukan orang yang menyenangkan untuk bersenang senang dan kamu tentu saja bukan tipeku. Tapi dibalik itu, kamu tenang dan berwibawa, kamu berprinsip walau kadang keras kepala, kamu tegas walau kadang cenderung egois dan kamu baik serta lembut. Yang paling penting adalah kamu sosok yang menyayangi keluargamu.
Sifat kami bertolak belakang. Saya bergejolak, kamu tenang. Saya opsesif, kamu sangat hati-hati. Saya pejuang, kamu pemimpi. Saya berani hingga bahkan cenderung kurang hati hati, kamu prediktif bahkan cenderung sangat hati hati. Saya tidak punya curiga, kamu penuh curiga. Dan masih sangat banyak perbedaan kami.
Mungkin sudah suatu jalan Tuhan bahwa perbedaan dan kebertolak belakangan ini justru menjadikan kami menyatu dan saling mengisi. Kami pacaran tanpa ada selebrasi apapun dengan kawan. Kami cenderung menutupi hubungan dekat kamu untuk menghindari kompor kompor komentar yang mungkin akan mempengaruhi kata hati kami. Hubungan kami dimantapkan dengan kata hati kami masing masing. Friksi dan kerikil dalam hubungan kami tentu saja banyak. Pemicunya beragam. Perbedaan pemikiran dan cara pandang, perbedaan latar belakang hidup dan perbedaan cara pandang kedepan sempat menjadi duri duri dalam hubungan kami. Kami menyelesaikan masalah kami berdua, tanpa ikut campur kawan maupun siapapun dengan tujuan bahwa kata hati kami dan jalan Tuhanlah yang terbaik..
Pada akhirnya, kamipun menikah setelah menjadi dekat selama hampir 5 tahun… Kami menikah setelah dengan sadarnya saya sangat mengakui kecerdasanmu, mengakui kebaikanmu, mengakui kebertanggung jawabanmu dan menyadari bahwa sifat baikmu adalah penutup sifat burukku.
Saya juga menyadari bahwa sifat penyayangmu adalah gambaran dari keluargamu… aku menikahimu sekaligus keluargamu.. begitu juga sebaliknya.

Perjuangan permulaan.. (#5)

Tes HSG berakhir dengan hasil yang memuaskan. Memuaskan disini maksudnya adalah, tidak ada kelainan apa apa di rahim dan saluran indung telur saya dimana pada transkrip hasil HSG tertulis PATEN dan tidak ada kelainan bentuk rahim. Sayapun lega dengan hasil-hasil pemeriksaan saya dimana rahim tidak ada kista, bentuk tidak bermasalah dan indung telur tidak ada penyumbatan. Jadi, saya baik-baik saja. Horeeee… hehe
Sejak dinyatakan bahwa rahim saya tidak masalah, sayapun mulai browsing untuk mencari cara supaya dapat segera hamil. Dari hasil yang saya baca, pola hidup sehat dengan beberapa ramuan ramuan alami adalah cara yang membuat saya tertarik untuk mencoba. Okkkk.. saya pun mencoba beberapa alternatif “pengobatan” alami yang menurut testimoni-testimoni yang saya baca, hasilnya mujarab.
(Ketika itu bulan September (11 bulan usia pernikahan kami) dan ketika itu saya masih berpikiran bahwa tidak hamilnya seorang wanita pasca menikah disebabkan oleh permasalahan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita)
Saya berusaha untuk mengobati diri saya sendiri supaya dapat segera hamil. Cara pertama yang saya coba adalah ramuan jeruk nipis yang konon kabarnya sukses diaplikasikan oleh Dewi Yull artis lawas Indonesia. Caranya adalah dengan meminum air perasan jeruk nipis selama 14 hari berturut turut dengan jumlah yang telah ditentukan yaitu.
Hari pertama = 1 jeruk
Hari kedua = 2 jeruk
Hari ketiga = 4 jeruk
Hari keempat = 8 jeruk..
Dan kelipatannya dihari berikutnya hingga jumlah 32 buah jeruk nipis. Setelah mencapai jumlah jeruk maksimal itu, turunkan jumlah jeruk nipis dihari berikutnya dengan mengulang kelipatan jumlah yang sama.
Cara itu saya lakukan sampai mblenek…sampai lelah jari ini memeras dan sampai mules perut ini kebanyakan makan air jeruk asem itu. Apapun lah, demi hamil….  Cara ini katanya sih dapat membersihkan rahim dan kandungan vitamin Cnya dapat menyehatkam tubuh dan memperbaiki sistem kerja reproduksi. Entah korelasinya bagaimana ya, vitamin C berlebih dapat menghamili wanita.. hehe.. yaah pokoknya saya coba saja… tetapi sayangnya, 1 bulan saya coba tetapi hasilnya adalah tidak ada. Sayapun belum juga hamil hingga periode menstruasi berikutnya.
Saya tidak putus asa dengan usaha permulaan tanpa hasil ini. Masih banyak cara-cara berikutnya yang perlu saya coba pada bulan-bulan berikutnya. Selanjutnya saya coba minum jus 3 Diva (campuran Apel, wortel dan tomat) yang diminum 2 kali sehari yaitu pagi ketika bangun tidur dan sore hari. saya sangat bersemangat untuk program kali ini. Saya beli juicer baru khusus untuk program ini, saya rajin beli buah buahan 3 diva itu dan rutin membuat jus setiap pagi maupun sore. Saya bersemangat selain karena rasanya enak juga karena masuk akal dan sesuai dengan konsep menjaga metabolisme tubuh dengan minuman yang sehat. Program ini saya jalani selama kurang lebih 2 bulan. Hasilnya adalah, berat badan saya dan suami meningkat (karena setiap pagi dan sore kami minum jus sekaligus makan besar) tetapi saya tidak kunjung hamil. Karena tidak membuahkan hasil yaitu kehamilan saya maka sayapun mencoba untuk mencari pengobatan lainnya.
Berikutnya saya coba mengobatan dengan beepollen yaitu madu dalam bentuk kapsul. Pengobatan ini saya padukan dengan tetap meminum jus 3 diva walau tidak serutin sebelumnya. Saya pertama kali kenal dengan model pengobatan ini ketika saya jalan keliling asia tenggara bersama teman saya. Ketika itu saya sempat mengunjungi penangkaran lebah di bangkok dimana disana menghasilkan madu-madu murni beraneka ragam dengan kasiat juga bermacam-macam yaitu salah satunya juga dapat digunakan untuk program kehamilan. Banyak yang berhasil dengan terapi kehamilan menggunakan madu. Selain itu, pengobatan ini juga pernah berhasil dilakukan oleh kepala bagian ditempat kerja saya yang berhasil hamil setelah menikah 3 tahun 6 bulan dengan meminum obat madu ini. Obat madu itu diminum berdua. Saya dan suamipun ikutan meminum obat itu selama 2 bulan dengan hasil yang sayapun tak kunjung hamil.
Kurang lebih 4 bulan saya berusaha untuk meminum jenis jenis obat obatan sehat hasil browsing di internet dengan hasil yang gagal. Ketika itu saya hampir putus asa, ditambah lagi dengan sikap suami saya yang cuek dan ogah ogahan minum jus ataupun obat obatan madu yang saya siapkan. Padahal dia tinggal minum saja, tetapi ogah ogahan. Akhirnya sayapun hampir putus asa.
Saya teringat dengan rekomendasi dokter SPOG saya untuk memeriksakan reproduksi suami saya ke SPAndrologi. Dan sayapun memaksa suami saya untuk test sperma atas anjuran SPOG saya. Awalnya suami saya ogah ogahan tetapi pada akhirnya dia mau. Kamipun menuju laboratorium infertilitas yang dirujuk dokter kandungan saya.
Bagaimana hasilnya? Drama barupun dimulai dalam kehidupan kami….

Test HSG dan prosedurnya (#4)

Sehari setelah mendapatkan rekomendasi oleh dokter, saya mulai melakukan persiapan untuk melakukan test HSG. Saya sendiri awalnya kurang paham apa sih tes HSG itu tetapi yang pasti, test ini adalah test yang ditujukan untuk perempuan yang belum juga hamil. Dalam bayangan saya, test HSG adalah test yang dapat dengan mudah dan langsung dilakukan seperti test pengambilan sampel darah dan sebagainya. Tetapi ternyata, setelah saya menghubungi Laboratorium tempat dimana dokter merekomendasikan untuk melakukan test HSG, saya baru tau bahwa test ini memiliki beberapa syarat atau prosedur sebelum melakukan test sehingga tidak bisa langsung membuat janji untuk test keesokan harinya. 
Prosedurnya adalah:
1. Anda harusnya wanita (hehe..tentu sajalah)…bercanda kok..hehe 
2. Test dilakukan kurang lebih 2-3 hari setelah menstruasi selesai.
3. Dilarang berhubungan suami istri sebelum melakukan pengetesan.
 
setelah memenuhi 2 syarat utama itu, sayapun membuat janji untuk melakukan tes HSG di salah satu laboratorium besar di kota tempat tinggal saya. Sebelum saya bercerita lebih lanjut mengenai bagaimana test yang saya jalani, saya akan menjelaskan tentang HSG (hasil comot sana-comot sini di google dengan link saya sertakan supaya saya tidak dibilang plagiat.. hehe)
 
Apa itu histerosalpingografi? Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii).

Apa tujuannya? Untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.

Kapan dilakukan? Sesudah haid tapi sebelum ovulasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid, untuk memastikan Anda tidak hamil ketika pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan HSG tidak boleh dilakukan ketika menstruasi, karena  pembuluh darah sedang dalam keadaan terbuka sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. HSG juga sebaiknya tidak dilakukan bila Anda mengalami infeksi di saluran reproduksi atau di daerah panggul (pelvis) yang kronis, penyakit menular seksual, serta bila Anda baru menjalani operasi rahim atau saluran telur.

Bagaimana cara pemeriksaannya? Pemeriksaan ini dilakukan di bagian radiologi seperti saat Anda melakukan foto Rontgen. Setelah mengganti baju dengan baju pemeriksaan dan melepaskan perhiasaan, Anda diminta berbaring dengan kedua paha terbuka (posisi litotomi), seperti pemeriksaan pap smear. Dokter radiologi akan memasukkan spekulum ke vagina sehingga mulut rahim terlihat, lalu kateter dimasukkan ke rongga rahim melalui mulut rahim. Cairan kontras disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter dan spekulum dikeluarkan. Beberapa foto rontgen akan diambil ketika cairan memenuhi rahim, masuk ke dalam saluran telur hingga –bila tidak ada sumbatan– tumpah ke dalam rongga perut. Biasanya, prosedur ini berlangsung selama 30 menit. Setelah selesai, kateter dilepas dan Anda diminta tetap berbaring selama beberapa menit, lalu dipersilakan bangun dan mengganti pakaian. Anda bisa makan dan minum seperti biasa sebelum dan sesudah pemeriksaan, serta diminta buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.

Sakitkah? Anda akan merasa tidak nyaman ketika kateter dipasang dan cairan kontras disuntikkan, bahkan merasakan kram perut seperti ketika menstruasi bila ada sumbatan di saluran telur. Anda juga bisa merasakan sakit kepala ringan dan sakit di perut bagian bawah karena iritasi di selaput perut (peritoneum). Namun, rasa sakit tersebut tidak akan berlangsung lama. Lagipula, Anda akan diberi obat penahan sakit (anti-nyeri) saat pemeriksaan dilakukan. Mungkin Anda juga diberi antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi akibat pemeriksaan ini.

Kapan hasil pemeriksaan bisa diperoleh? Hasilnya bisa diperoleh hari itu juga. Dokter radiologi akan memberikan analisis dari pemeriksaan tersebut, lalu dokter kandungan yang menangani Anda akan menjelaskan langkah terapi apa yang perlu Anda lakukan bila ternyata ditemukan masalah yang mengganggu kesuburan Anda.

Apakah ada efek sampingnya? Pemeriksaan ini cukup aman dan jarang menimbulkan komplikasi. Memang ada risiko alergi, tapi kecil karena sebelum pemeriksaan, Anda akan menjalani skin test terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda ada alergi cairan kontras yang digunakan atau tidak. Bila Anda tidak alergi cairan kontras tersebut, justru dapat menghambat pertumbuhan kuman dan meningkatkan imunitas terhadap kuman karena mengandung zat yang bersifat antiseptik. Sinar X yang digunakan juga dalam dosis yang dikontrol untuk meminimalkan paparan radiasi yang Anda terima. Anda tidak perlu khawatir bila muncul flek selama beberapa hari setelah pemeriksaan HSG. Hal itu normal terjadi.

Benarkah pasien bisa hamil setelah pemeriksaan?  Beberapa penelitian membuktikan, pemeriksaan HSG bisa meningkatkan fertilitas pada wanita yang pernah menjalaninya, terutama pada wanita yang mengalami masalah pada saluran telurnya. Alasannya, cairan kontras yang disemprotkan ke rahim terkadang bisa membuka saluran telur yang tersumbat sehingga membantu wanita yang bersangkutan bisa hamil. Selain ‘membersihkan’ sumbatan, pemeriksaan ini juga bisa meluruskan saluran telur, menstimulasi sel silia di saluran telur atau meningkatkan cairan mukosa di leher rahim (serviks) yang kesemuanya mendukung terjadinya kehamilan.

Apakah HSG sama dengan ‘tiup rahim’? HSG berbeda dengan pertubasi atau hidrotubasi atau yang dikenal dengan ‘tiup rahim’. Pemeriksaan pertubasi menggunakan gas CO2 yang ditiupkan ke rahim sedangkan hidrotubasi memakai cairan yang mengandung antibiotik. Penilaian pertubasi umumnya secara subjektif atau dapat juga dibuat rekaman kymograf terhadap tekanan uterus. Walau semua pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada sumbatan di saluran telur, namun pemeriksaan HSG memberikan hasil yang lebih akurat dan lengkap. Lewat hasil foto sinar X bisa diketahui secara pasti saluran mana yang tersumbat dan di mana letak sumbatannya. Sementara pada pertubasi atau hidrotubasi, letak sumbatan tidak bisa diketahui secara pasti –demikian pula saluran yang mana– karena hanya bisa diketahui ada sumbatan dari perubahan tekanan gas saat dimasukkan.

 
 
Hari dimana saya harus melakukan test HSGpun tiba, hari itu hari Jumat. Saya sudah meng-off kan segala urusan-urusan di kantor dan menunda beberapa janji-janji pertemuan dengan beberapa orang. Diantar oleh suami, saya menuju laboratorium yang dituju. Biaya yang saya habiskan untuk test HSG adalah 700-800 ribu (kisaran harga di tahun 2014). Test ini bukan merupakan operasi karena tidak ada penyayatan maupun pembedahan, tetapi test ini agak mengerikan karena harus memasukkan suatu alat ke dalam rahim melalui lubang vagina. Jalannya pengetesan adalah saya poinkan berikut ini:
1. Saya dipersilahkan masuk ke ruang tindakan HSG (tidak boleh ditemani suami ataupun siapapun). Ruangannya dingin sekali. Terdapat bed yang digunakan sebagai meja tindakan. Bednya tidak berupa kasur-kasur empuk tetapi seperti meja operasi yang flat, keras dan dingin. Di atas meja tindakan tersebut terdapat suatu alat yang menggantung yang difungsikan untuk meletakkan kaki ketika tindakan HSG.
2. Saya diberikan baju khusus tindakan dimana saya hanya boleh mengenakan baju itu saja tanpa pakaian lainnya. Kalung, gelang dan bahan-bahan dari logam (yang mungkin dapat mengganggu jalannya tindakan) harus dilepas.
Pelaksanaan pengetesannya adalah (agak ngeri sih saya..heheh).. 
1. Posisi saya berbaring di meja tindakan dengan kedua kaki bergelantongan di atas suatu alat. 
2. Dokter (perempuan kok) yang sudah berkostum aneh (saya pikir aneh karena entah kenapa kok harus berpakaian tumpuk-tumpuk seperti pelampung dan agak-agak seperti astronot..hahaha), berada tepat didepan kaki saya (lebih tepatnya menghadap vagina saya untuk dilakukan tindakan (agak ngeri yaa.. hiiii..)). Dari sini kalian tau khan apa yang harus dipersiapkan supaya tampil baik dihadapan dokter..hahaha… 
3. Dengan dibantu suster, dokter memasukkan suatu alat dengan ujung agak besar (yang berisi kamera mini) dan dibelakangnya terdapat tangkai lumayan panjang yang berfungsi sebagai selang cairan. Tetapi sebelumnya, dokter membersihkan vagina saya dan sekitarnya dengan suatu cairan steril. Prosedur ini yang akan ngeri karena dokter harus memasukkan sesuatu sebesar dan sepanjang itu ke rahim saya melalui vagina. Entah knp, saat prosedur ini di jalankan, saya sama sekali tidak merasa rileks sehingga dokter dan suster harus agak sedikit bersusah payah untuk memasukannya. Tapi, secara psikologis dengan kondisi dan suasana seperti itu tentu saja saya tidak akan bisa rileks.. hehe
4. Setelah dokter berhasil memasukkan alatnya ke dalam rahim saya maka mulailah tahap penyemprotan suatu cairan dan jalannya cairan ke dalam rahim saya akan terlihat jelas di layar di sisi kiri saya. Cairan disemprotkan dengan memberi sedikit tekanan ke rahim saya. Ketika tekanan diberikan, yang saya rasakan adalah kemeng dan agak sakit di perut saya (seperti dilep/sakit perut menjelang menstruasi). Pemberian tekanan dilakukan dengan 3 posisi yaitu ketika saya tidur terlentang, miring ke kiri dan miring ke kanan. Ketika prosedur ini dijalankan kedua kaki saya sudah tidak pada posisi bergelantongan lagi. Setelah proses penyemprotan selesai maka selesailah test HSG yang saya jalani dan tinggal menunggu hasil. Setelah alat-alat dilepas dan saya berbaring sebentar lalu diminta untuk buang air kecil dan memakai pembalut sayapun keluar untuk menunggu hasil dan penjelasan dokter.
 
Hasil test yang saya jalani adalah:
a. Posisi dan bentuk rahim baik (tidak berpaling atau terbalik)
b. Tidak terjadi penyumbatan pada rahim saya.
 
Test ini sukses membuat saya mengalami trauma benda tumpul selama seminggu.. hahaha.. Sayapun merasa trauma dan ngeri juga ketika suami mengajak saya berhubungan suami istri..hahaha.. Tetapi saat itu, kami berharap setelah test HSG saya sapat hamil. 

Program hamil di Spesialis Obsetric dan Ginekolog (#3)

Saat itu 7 bulan pernikahan kami dan saya tidak kunjung hamil. Sebetulnya tidak akan menjadi masalah apabila saya tinggal di tempat dimana orang-orangnya tidak terlalu kepo untuk menanyakan basa-basi tapi menusuk dengan berulang-ulang “sudah isi belum?”. Nyatanya pertanyaan itu entah mengapa bertubi-tubi menghampiriku. Kalau pertanyaan itu hanyalah single question yang tidak berlanjut pertanyaan lain seperti “si anu loo nikah 1 bulan, bulan depannya sudah telat mens” atau “si itu loo setelah nikah cepet hamilnya, kamu kok belum sih” sih saya tidak masalah. Tetapi nyatanya, pertanyaan tambahan yang penuh dengan perbandingan, sindiran sekaligus cibiranpun semakin menjadi jadi seiring bertambahnya usia pernikahan kami. Lama lama saya menjadi baper, makin baper ketika saya lihat si Anu teman seumuran saya sudah punya 2 anak, si itu yg lebih muda dari saya sudah punya 1 anak, si yang lain lagi yang menikah beberapa bulan setelah saya sudah hamil. Baper sayapun bertambah. Akhirnya kami berencana mengunjungi SPog yang praktek lumayan dekat tempat tinggal kami.
Sebetulnya kalau dipikir-pikir, 7 bulan pernikahan adalah waktu yang masih singkat untuk segera hamil. Tapi, saya curiga dengan kondisi saya. Kalau saya bandingkan dengan banyak kasus disekitar saya dimana:
1. Pasangan yang (biasanya sih belum menikah dan iseng) berhubungan badan 1x yang kebetulan saat masa subur, bisa langsung hamil.
2. Wanita yang diperkosa 1x yang mungkin kebetulan saat masa subur, bisa langsung hamil.
3. Teman-teman saya (pasangan yang tinggal satu kota) hanya butuh maksimal 4 bulan setelah menikah untuk dapat hamil.
4. Teman-teman saya (pasangan yang tidak tinggal 1 kota) butuh waktu 6 hingga 1.5 tahun setelah menikah untuk dapat hamil.
Sedangkan kami, pasangan yang tinggal di satu kota, berhubungan badan dengan sudah melakukan perhitungan masa subur, sudah menikah lebih dari 6 bulan (yang artinya sudah lebih dari 6 bulan aktif berhubungan suami istri) tetapi saya tidak kunjung hamil. Karena curiga dengan kondisi saya, kamipun berkonsultasi ke SPoG.
Dokter SPoG yang kami pilih adalah dokter yang sudah lumayan senior. Pasiennya banyak dan antrinya lama. Ketika berkunjung pertama, kami dapat nomor antrian 19 dan baru dapat berjumpa dengan dokter menjelang tengah malam. Tahapan pemeriksaan yang saya lewati adalah:
1. Test USG untuk melihat apakah ada kista dalam rahim saya. Rahim saya bersih dari kista dan kalau dilihat track periode menstruasi saya yang teratur dan tidak sakit perut yang menyiksa menjelang menstruasi, dokter tidak curiga terlalu berat terhadap rahim saya. (Malah awalnya dokter menertawakan kami yang baru menikah 7 bulan sudah terlalu kawatir dan ingin program. “Bersenang-senang sajalah dulu” kata dokternya. Tetapi kami tetap ingin mencoba program hamil tingkat awal dulu).
2. Dokter memberikan saya obat dan vitamin yang menunjang kesuburan dan kesehatan rahim. Dokter juga memberi jadwal/tanggal kami boleh dan tidak boleh berhubungan. (Pengobatan ini akan  berlangsung selama 3 bulan berturut-turut. Apabila gagal, maka akan berlanjut ke step berikutnya)
Program tahap awal yang kami lakukan berujung dengan kegagalan. Tetapi bulan ke3 dari program itu, saya sempat mengalami telat menstruasi hingga 1 bulan lamanya tetapi hasil testpack tetap negatif, hasil USG pun tidak menunjukan tanda-tanda kehamilan. Ketika itu, dokter memberikan saya obat yang berfungsi ganda yaitu sebagai menguat janin apabila memang sudah terjadi pembuahan atau sebaliknya meluruhkan memstruasi apabila memang tidak ada pembuahan. Akhirnya menstruasi saya datang di periode bulan berikutnya. Gagalnya program hamil tahap awal kami dan kami harus berlanjut ke tahap berikutnya.
Saat itu kami masih berpositif thingking dengan gagalnya program awal yang kami jalani. Program berikutnya adalah:
1. Saya harus melakukan tes HSG. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah terdapat penyumbatan pada area antara rahim menuju sel telur. Apabila ada penyumbatan, tentu saja sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur dan tidak dapat terjadi pembuahan.
2. Suami saya harus melakukan uji sperma (uji jumlah, gerak, bentuk). Test ini harus dilakukan di laboratorium fertilitas di RS.Siloam.
Setelah membuat janji dengan laboratorium yang direkomendasikan untuk test HSG, akhirnya sayapun tes HSG dengan beberapa ketentuan yang akan saya bahas di tulisan berikutnya.
Hasil gambar untuk wishing a pregnant woman

2 garis (#2 )

2 April 2017
 Hasil gambar untuk testpack positive
Pagi itu, sabtu seingat saya, entah kenapa tiba-tiba suami saya membangunkan saya lalu menyodorkan saya sebungkus testpack. Sejujurnya, saya sudah lama membenci testpact. Sudah lebih dari 2 tahun saya menjadikan testpack sebagai musuh besar saya. Seingat saya, saya sudah membuang semua testpack saya beberapa bulan lalu dan sudah melupakan barang yang bernama testpack. Entah dari mana suami saya mendapatkan testpack lagi setelah saya buang semua testpack yang saya punya.
Saya trauma dengan kenyataan yang berada (yang dihasilkan dari testpack) dibawah ekspektasi (yang dihasilkan oleh pikiran saya). Saya trauma dengan hasil 1 garis di testpack yang merupakan hasil buruk dari usaha kami untuk dapat hamil. Saya trauma dengan hasil testpack yang menjadikan hari saya suram. Sama halnya dengan saya membenci awal bulan sebagai tanggal periode menstruasi saya. Tetapi, entah kenapa pagi itu saya mengambil testpack dari suami saya untuk mencobanya. Dengan malas saya beranjak bangun dan menuju kamar mandi, yang kebetulan memang saya sedang kebelet kencing.. Saya keluar dari kamar mandi dengan 1 wadah berisi air seni saya untuk dicelupkan strip testpack. Saya celupkan testpack sesuai prosedur lalu untuk menghindari drama-drama sedih yang biasanya terjadi, sayapun meninggalkan testpack itu sebelum keluar hasil “resmi” dan sayapun bersiap untuk tidur kembali.
Lalu tiba-tiba, suami saya memanggil saya sambil berkata “yank yank… keluar 2 garis yank..” begitu katanya. Saya tidak menyadari bahwa ternyata suami saya masih betah menunggu hasil “resmi” dari testpack setelah saya beranjak akan melanjutkan tidur lagi.
“Yank yank 2 garis loo.. ini serius” katanya lagi. Diapun mengeluarkan 2 testpack lagi yang entah dia dapatkan dari mana lalu mencelupkannya lagi.. dan hasilnya 2 garis lagi..
2 garis dan semakin terang..
Lalu dengan brutalnya suami saya mencari sisa sisa testpack yg mungkin tidak terbuang dan menemukan 6 buah testpack dengan 2 diantaranya telah ekspired. Ke-6 testpack tersebut menunjukan hasil yang sama…
2 garis….
Dan inilah pertama kali dalam hidup saya melihat hasil testpack 2 garis sebanyak 9 strip dihadapan saya. Sejak itulah trauma saya terhadap testpack hilang..

Akhirnya…. (#1)

Happy.jpg

Akhirnya… saya hamil juga… (itu kalimat tambahan dari judul tulisan ini..hehe..)

Tulisan ini saya buat setelah kehamilan saya berumur 18 minggu 7 hari yang artinya bahwa kehamilan ini sudah masuk trisemester kedua yang katanya orang-orang sih sudah aman dan prosentase kegagalan kehamilan sudah menurun ke angka yg lebih kecil. Thats make me happy, tentu saja..

Sebetulnya saya berkeinginan membuat tulisan khusus tentang kehamilan sejak dulu ketika kami sedang proses melakukan program kehamilan (kurang lebih 2 tahun yang lalu). Awalnya sih blog saya rencananya akan berisi tentang suka duka program kehamilan dan kondisi2 psikologis yg dialami oleh perempuan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan khususnya diakibatkan oleh penyakit-penyakit infertilitas suami. Apalagi mindset orang Indonesia adalah, apabila pasangan belum memiliki keturunan setelah pernikahan 1 tahun maka pihak wanitalah yg patut disalahkan. Padahal bukan seperti itu kenyataannya. Karena kebiasaan orang yang menilai seperti itu sehingga kondisi tersebut sedikit banyak juga mempengaruhi kondisi psikologis saya. Cerita lebih lanjut akan saya tulis nanti…

Karena saya tidak sempat menulis tentang rencana tulisan awal saya itu dan sekarang saya sudah hamil maka sayapun merubah konsep tulisan saya menjadi cerita cerita tentang kehamilan dan bagaimana saya dapat berhasil hamil… tapi, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri dulu yaa..

Saya adalah wanita berusia 30 tahun. Saya bekerja di bidang pendidikan tetapi juga masuk dalam tim konsultan pembangunan dengan jam kerja yang terkadang santai tetapi terkadang membabi buta. Saya dan suami saya sudah menikah selama 3 tahun 9 bulan. Suami saya memiliki profesi yg sama dengan saya di instansi dan bidang yang berbeda. Kami merencanakan kehamilan sejak 7 bulan usia pernikahan kami dan baru memperoleh hasil setelah 3 tahun 5 bulan pernikahan dengan telah melalui berbagai metode program baik medis maupun non medis.

Dan akhirnya 2 April 2017, kami mendapati berita bahagia di pagi hari dengan melihat hasil 2 garis dari 3 strip testpack yang iseng kami coba… padahal kami sudah membuat appointment untuk program inseminasi ataupun bayi tabung di klinik Ferina pada tanggal 6 April 2017 setelah sebelumnya telah berkonsultasi dengan spesialis Andrologi.

Kami memperoleh kehamilan dengan cara alami padahal sebelumnya secara 3x berturut-turut hasil pemeriksaan sperma suami saya menyatakan OAT (OligoAsthenoTeratozoospermia) dengan kadar berat… tetapi saya dapat hamil setelah 1.5 tahun terapi dengan cara alami…

Saya akan ceritakan pada tulisan berikutnya yaah….